Categories
Uncategorized

Ingkarnya Kaum Tsamud dan Peninggalannya yang Fenomenal

Kaum tsamud adalah salah satu kaum yang namanya cukup sering disebutkan dalam Al Quran. Dalam kaum ini, diutus satu nabi karena Allah menilai bahwa penduduk kaum ini telah melampaui batas. Mereka telah hidup dalam kesesatan yang amat nyata.

Nabi Shaleh diturunkan untuk memperingatkan kesesatan kaum ini. Sampai akhir hayat, kaum tsamud tetap mengingkari Allah hingga Allah mengadzab mereka dengan keras. Seluruh penduduk kaum ini musnah. Kini, yang tersisa hanyalah bangunan dan bekas tempat tinggal mereka.

Sejarah Singkat Kaum Tsamud

Kaum Tsamud merupakan salah satu keturunan Nabi Nuh yang menyembah berhala. Mereka terlahir dari putra Nabi Nuh yang bernama Sem. Kaum ini dianugerahi tubuh yang kuat dan kokoh. Inilah yang menyebabkan mereka mampu menjadi pemahat gunung yang unggul.

Kaum ini hidup dengan mewah di dataran dan perbukitan.

Mereka memahat bukit-bukit menjadi rumah-rumah yang megah dan sangat nyaman ditinggali. Mereka membuat tembikar-tembikar indah yang bernilai tinggi dan hidup berlimpah dari keahlian tersebut.

Sayangnya, kelebihan ini tidak disyukuri sebagai nikmat dari Allah. Kaum Tsamud justru hidup dalam kesesatan. Mereka menyembah berhala dan melakukan banyak penindasan pada kaum yang lemah. Saat Nabi Shaleh datang diutus untuk memperingatkan mereka, yang mereka lakukan hanyalah terus mengingkarinya. Bahkan, mereka meminta bukti atas keberadaan Allah.

Allah memberikan Nabi Shaleh sebuah mukjizat berupa unta betina yang keluar dari sebuah batu. Namun, kaum ini tetap tidak mau mempercayai Allah dan malah membunuh unta betina tersebut.

Karena kemungkaran mereka sudah melampaui batas, Allah menghukum mereka dengan adzab yang sangat menyakitkan yaitu guntur dan petir. Guntur ini menyambar rumah-rumah penduduk kaum Tsamud dan meruntuhkan bangunan tempat tinggal mereka.

Kaum Tsamud hilang tak berbekas seperti tidak pernah ada sebelumnya. Mereka mati bergelimpangan dalam rumah-rumah kebanggaannya. Kebinasaan kaum Tsamud ini dianggap sebagai pertanda kebesaran Allah. Namun Allah menginginkan kita belajar tentang kaum ini. Itulah mengapa nama kaum Tsamud masih seringkali disebutkan dalam Al Quran. Selain dalam kitab suci, kita juga bisa mempelajari tentang kaum ini dari peninggalan-peninggalannya.

Peninggalan Kejayaan Kaum Tsamud

Kaum Tsamud diperkirakan hidup di tahun 800  sebelum masehi di daerah sekitar provinsi Madinah Arab Saudi. Banyak peninggalan kaum nabi Shaleh ini yang masih bisa dinikmati hingga kini. Berikut ini beberapa contohnya :

  • Madain Saleh

Madain Saleh adalah sebuah wilayah yang ditetapkan sebagai bekas tempat tinggal kaum Tsamud. Tempat ini terdiri dari bermacam-macam bangunan besar, mewah, indah dan artistik.

Madain Saleh terletak sekitar 450 km dari Madinah dan 900 km dari Mekkah. Tempat ini berupa sebuah istana besar dengan 132 kamar dan kuburan di dalamnya. Di setiap sudut ruangan, terlihat ukiran dan pahatan yang sangat indah.

  • Pahatan Batu

Kaum Tsamud dikenali dari keunikan pahatan yang mereka buat di dinding-dinding batu. Kaum ini memang dianugerahi kemampuan memahat yang sangat baik dari Allah.

Tidak heran jika semua hasil buah tangan mereka menjadi karya seni bernilai tinggi. Salah satu contohnya adalah pahatan yang ada di lembah Rum Yordania. Disebut-sebut, pahatan ini merupakan hasil karya terbaik dari bangsa Tsamud. Kaum Tsamud merupakan salah satu dari banyak kaum yang dibinasakan Allah. Meskipun keturunan Nabi dan dianugerahi banyak kelebihan, namun jika mereka ingkar pada Allah maka tidak aja jalan lain kecuali kemusnahan. Yuk mari kita belajar dan mengambil hikmah dari kejadian ini. Lebih bagus lagi jika Anda bisa datang dan merasakan sendiri atmosfer peninggalan bangsa Tsamud ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *